Kesulitan menembus lowongan kerja; berkali-kali gagal, baik tidak pernah mendapat panggilan, tidak lolos tes awal, didrop seusai mengikuti wawancara kerja, atau kedodoran dan gagal menembus psikotes?  Sampaikan pertanyaan, keluhan, unek-unek di boks komentar. Kami siap melayani pertanyaan Anda dan mencoba memberikan jalan keluar. (Admin GriyaGawe’s Blog)

10 Tanggapan to “Konsultasi”

  1. ganug Says:

    Saya berkali-kali melamar kerja tetapi gagal terus. Apa bener ya kalau mau dapat kerja harus menyiapkan uang sogok untuk bagian personalia atau harus punya koneksi di dalam perusahaan?
    Terima kasih.
    Ganug

    Jawab:
    Ok untuk sementara Tim GG menjawab berdasar referensi yang diperoleh dari di Internet (sumbernya, ketika dilacak sudah tidak ketemu lagi).
    Ok. Bila Anda sudah sampai pada tahap tes dan wawancara kerja tetapi tidak diterima, tidak perlu terlalu berkecil hati. Kegagalan ini tidak serta merta berarti bahwa Anda kurang berkualitas. Lalu mengapa Anda tidak diterima? Berikut ini adalah sebagian dari banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan Anda:
    1.Latar belakang pendidikan, keterampilan dan atau pengalaman yang Anda miliki tidak sesuai dengan yang diminta. Jadi dalam hal ini Anda tidak dianggap sebagai orang yang tepat untuk menempati posisi yang kosong itu. Tidak tepat di suatu posisi di suatu perusahaan bukan berarti Anda tidak cocok di tempat lain bukan? Bisa jadi di posisi lain di perusahaan lain, Anda dianggap sangat bernilai.
    2.Hasil psikotes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak cocok dengan karakter pekerjaan yang nantinya akan Anda pegang. Tiap fungsi kerja mempunyai tuntutan karakter tersendiri. Untuk menduduki jabatan Sales/Marketing misalnya, dibutuhkan orang yang luwes bergaul, trampil berkomunikasi, kreatif, agresif dan sebagainya. Bila hasil tes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka wajar bila Anda gugur.
    3.Bila Anda sudah sampai pada tahap negosiasi gaji, mungkin gaji yang Anda ajukan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tidak semua perusahaan senang bila mendapatkan kandidat pelamar yang mengajukan gaji jauh di bawah “pasaran”. Bisa jadi mereka malah akan meragukan kualitas Anda. Jadi sebelum negosiasi gaji, pastikan Anda telah melakukan sedikit survei mengenai gaji untuk posisi yang sama di perusahaan-perusahaan lain, sedapat mungkin di industri yang sejenis.

    Tim GG

  2. aldi Says:

    Pak mo tanya, apa wajib ya surat itu ditulis tangan? Kalo pake komputer apa gak bs?
    trims.

    Jawab:
    Prinsip utama dalam menulis surat lamaran kerja adalah tulisan bisa dibaca secara jelas, rapi dan usahakan tidak ada kesalahan sesedikit apapun.
    Dengan demikian, kami sarankan tulislah surat lamaran kerja dengan menggunakan ketik komputer, kecuali memang disebutkan dalam iklan bahwa pelamar harus menulis surat lamaran kerja dengan tulisan tangan ybs.
    Jika ada ketentuan tersebut, berarti perusahaan atau lembaga pengiklan sedang mencari tenaga kerja yang memiliki tulisan tangan bagus untuk pekerjaan-pekerjaan khusus tertentu.
    Salam.
    Tim GG

  3. Naim Says:

    bos, saya selalu ditanya soal gaji ketika wawancara tapi bingung menjawabnya. baiknya bagaimana sih? suwun.

    Jawab:
    Tujuan pertanyaan mengenai “berapa gaji yang Anda minta” tersebut ada beberapa kemungkinan:
    1. Perusahaan sedang menjajaki sejauh mana Anda menilai diri Anda, seperti kinerja, kemampuan, motivasi kerja dan sebagainya.
    2. Perusahaan bertanya-tanya apakah kira-kira mereka bisa menggaji sebesar gaji yang Anda minta. Kalau Anda diminati tetapi permintaan gaji tinggi, berarti mereka akan bernegosiasi.
    3. Perusahaan sedang berusaha menekan sekecil mungkin anggaran untuk menggaji Anda dengan prinsip “siapa tahu bisa digaji di bawah anggaran semestinya”.

    Kemungkinan memang ada tujuan lain, tetapi pada dasarnya tiga kemungkinan itulah tujuan dari pertanyaan mengenai gaji.

    Prinsip utama untuk menjawab pertanyaan mengenai “gaji yang Anda minta” adalah:

    1. Jangan pernah menjawab “terserah kebijakan perusahaan” atau sejenisnya. Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki “harga” atau Anda sendiri tidak bisa menghargai diri sendiri. Bisa jadi ini dipersepsi oleh perekrut bahwa Anda tidak memiliki kemampuan yang memadai dan yang penting adalah mendapat pekerjaan.
    2. Jangan pernah menjawab “sebesar UMK atau UMR” jika Anda tidak tahu secara persis berapa UMR/UMK tempat di mana perusahaan itu berada. Sebab banyak sekali pelamar yang karena bingung menjawab asal kena “ya sesuai UMR saja, Pak”. Ketika ditanya lebih lanjut, “UMR mana? Berapa?”, maka jawabannya menjadi aneh, “Engg… berapa ya… ” Gedubrak…. maka Anda akan dicoret dari nominatorkaryawan baru.
    3. Jangan pernah menyebut angka yang relatif kecil dibandingkan dengan keahlian, pendidikan atau kemampuan dan tanggung jawab yang bakal Anda pikul kalau diterima bekerja. Selain Anda dianggap tidak memiliki kemampuan, maka Anda bisa jadi akan diangap “wah ini nanti bakal korupsi” atau “wah bakal nyambi kerja di luaran nih orang”, dsb.
    4. Jangan pernah meminta terlalu besar pula, sebab Anda akan dianggap sombong; atau kalau memang perusahaan meminati keahlian Anda, perekrut akan ragu-ragu bernegosiasi karena khawatir kalaupun Anda menerimanya maka akan bekerja sekehendak hati.

    Lantas berapa jumlah yang seharusnya Anda sebutkan? Sebelum menjawab jumlah tertentu, rincilah biaya kebutuhan Anda sehari-hari mulai dari biaya makan, transportasi, menabung dan segala hal yang sekiranya bisa membuat Anda tenang dalam bekerja.
    Dengan menyebut jumlah tertentu tetapi berdasarkan hitungan yang rasional, maka kalaupun perusahaan meminta Anda menurunkan jumlah gaji yang diminta, Anda bisa menjawabnya secara logis. Misalnya, “Baik Pak, jumlah itu bisa saya terima karena barangkali saya bisa menggunakan sepeda motor milik saudara untuk sarana transportasi. Denga demikian saya bisa mengurangi anggaran transport”; atau alasan
    lain yang rasional sehingga perusahaan pun merasa tenang menerima Anda bekerja di perusahaan tersebut.

    Hal yang juga berguna untuk referensi dalam menjawab pertanyaan itu adalah Anda perlu mencari tahu dahulu sebelumnya (dengan banyak cara) untuk mengetahui gaji standar yang diberikan oleh perusahaan itu kepada karyawan baru selevel Anda. Dengan demikian ada sedikit gambaran kira-kira berapa permintaan gaji yang harus kita ajukan dan kemungkinan besar diterima oleh perusahaan.

    Untuk penjelasan lain, Anda bisa melihat artikel terkait di sini.

    Kalau belum puas atas jawaban ini, silakan kirim pertanyaan lagi.
    Salam.
    Tim GG

  4. Bambang Riyanto SSos Says:

    Mas, di kursusan saya sedang ada pelatihan tentang menulis surat lamaran kerja. Apakah bisa membantu kami?
    Salam.
    BRS Jogja

    Jawab:
    Tim kami siap membantu setiap saat. Silakan kontak kami melalui email.
    Salam,
    Tim GG

  5. Rena Says:

    Mengapa saya selalu gugup setiap kali mengikuti wawancara kerja? Padahal saya sudah banyak membaca referensi untuk menghadapi wawancara. Tetap saja merasa gugup. Bantu donk.
    Trims.

    Jawab:
    Hal pertama yang perlu Anda camkan adalah membangun rasa percaya diri dulu.
    Kepercayaan diri memang perlu ditampilkan. Usahakan untuk melakukan kontak mata dengan penanya dan jawabpertanyaan- pertanyaan dengan jawaban yang jelas.
    Jangan lupa untuk cermat mendengarkan pertanyaan. Komunikasi harus berjalan dua arah. Jika Anda terlalu mendominasi konversasi, bisa jadi Anda kehilangan soal-soal yang dirasakan penting oleh penanya.
    Jika ada kesempatan bertanya, jangan menanyakan sesuatu yang bisa menimbulkan kesimpulan negatif. Contoh yang paling umum misalnya pertanyaan mengenai hari libur. Jika pertanyaan seputar ini terlalu rinci, jangan-jangan pihak pewawancara menganggap pelamar tertarik bergabung lebih karena banyaknya kesempatan libur. Kalaupun soal ini ingin diperjelas, pastikan bahwa pewawancara mengerti kenapa Anda perlu menanyakan hal itu.
    Sikap tubuh yang baik hendaknya diperhatikan selama berlangsungnya wawancara. Hindari bahasa-bahasa tubuh yang negatif, seperti menggerak-gerakkan kaki, menggigit bibir, melipat tangan, tidak melihat lawan bicara atau berdehem sebelum menjawab setiap pertanyaan.
    Anda juga harus bisa rileks dan terbuka
    Terlambat datang mengikuti wawancara misalnya, merupakan satu hal yang hendaknya tidak boleh terjadi. Tepat waktu (atau datang awal) biasanya diartikan oleh pengundang sebagai bentuk komitmen, bahkan lebih dari itu bisa dianggap sebagai tanda bisa dipercaya serta sikap profesional.
    Bersikaplah positif dan usahakan agar pihak lain merasa nyaman. Perlihatkan keterbukaan dengan cara memberi senyum hangat serta jabat tangan keras.
    Jangan memberi komentar negatif tentang perusahaan Anda sebelumnya atau perusahaan tempat bekerja sekarang.
    Rileks. Anggap saja wawancara adalah sebuah percakapan biasa. Ingat, penanya sebenarnya sama groginya dengan yang diwawancara.
    Bila wawancara sudah selesai, jangan lupa memberi salam dan mengucapkan terima kasih. Kesankan bahwa Anda berminat dengan posisi yang ditawarkan. Kalau perlu tanyakan kemungkinan bisa menelepon untuk mencek status lamaran. Kalau mereka menyatakan akan mengontak, dengan sopan tanyakan kapan hal itu bisa diharapkan.
    Kirimkan pesan, “Terima kasih untuk wawancaranya”. Usahakan supaya pesan itu tiba sebelum keputusan diambil. Kalau kontak selama ini dilakukan melalui e-mail, kirim e-mail terima kasih segera setelah wawancara.
    Tim GG

  6. Rizky Says:

    kl mau email langsng ke Tim GG, bagaimna cara ny ya ? email ny apa ?

    terima kasih atas perhatian yg diberikan..

    Jawab:
    Alamat email: timgriyagawe@yahoo.com
    Terima kasih.

  7. Denny Says:

    pak saya belum dapat kerja sudah 3bulan
    terahir saya kerja di bandung
    saya cuma dapat pengalaman 1tahun di hardware computer.

    Jawab:
    Bagaimana pengalaman dalam mencari kerja selama ini? Anda merasa apa yang paling menjadi kendala? Kalau tidak ada cerita rinci, ya tentunya kami tidak bisa memberikan jalan keluar sesuai dengan situasi dan kondisi Anda.
    Salam,
    Tim GG

  8. nazwa Says:

    pak, saya sarjana teknik lingkungan. saya lebih menyukai bidang audit produksi bersih dan Amdal. tetapi banyak perusahaan yang tidak sesuai dengan spesialisasi bidang saya. saat ini saya masih menunggu kerja, boleh saya meminta saran bapak? terimakasih banyak atas jawabannya.

    Jawab:
    Dalam kondisi ekonomi yang secara umum saat ini memang sulit, ada baiknya kalau Anda sedikit realistis. Pasti hal itu bukan berarti kita merendahkan ilmu dan kemampuan yang ada pada kita. Hanya saja, kenyataannya, disiplin ilmu tertentu masih sangat sedikit instansi yang membutuhkannya. Kalau menilik disiplin ilmu dan ketertarikan Anda, mana sih sekarang ini perusahaan menengah ke bawah yang “peduli” untuk mengalokasikan anggaran bagi kepedulian atas lingkungan? Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dokumen AMDAL saja banyak yang “nembak” kok untuk mengajukan perijinan. Artinya, lapangan kerja bidang tersebut memang masih terbatas.
    Berkaitan dengan kondisi itu, cobalah Anda memasuki lapangan kerja yang sedikit “menyimpang” dan jangan menutup diri terhadap berbagai kemungkinan dan peluang kerja. Belum tentu juga bahwa Anda tidak menyukai pekerjaan yang mungkin pada awalnya tidak Anda kehendaki. Kalaupun Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda kehendaki, juga belum tentu kemajuan karir, pendapatan serta kepuasan kerja akan teraih seperti yang Anda harapkan.
    Cobalah sekali waktu Anda melirik ke bidang pekerjaan yang sama sekali di luar yang pernah Anda bayangkan. Bidang itu, terutama, adalah bidang yang memang tidak ada “sekolahannya” secara khusus. Misalnya saja, jurnalistik, kepenulisan, pekerja sosial, marketing dan masih banyak yang lainnya.
    Bidang-bidang seperti itu, tidak ada “sekolahnya”. Itu adalah bidang kerja “multi disiplin”. Siapapun bisa masuk ke dalamnya dan bisa mencapai puncak karir yang hampir tak terbatas.
    Bisa jadi Anda bekerja dulu secara freelance. Sementara itu, Anda juga mencari pekerjaan yang menurut Anda cocok dan sesuai dengan kemampuan serta keinginan Anda.
    Pekerjaan tidak akan datang dengan sendirinya kecuali Anda mencari dan terus mencari. Kalau Anda sudah telanjur apatis, maka akan semakin sulit untuk membangkitkan semangat serta gairah mencari pekerjaan dari dalam diri Anda.
    Ayolah bangkit. Berusaha. Dan jangan lupa, berdoa kepada Tuhan YME semoga Anda segera mendapatkan jalan menapaki kehidupan yang masih panjang.
    Demikiian ya… kalau ada yang mau Anda tanyakan, tanyakan saja dan insya Allah saya akan membantu sebisa saya.
    Salam,

    Duto Solo, GG

  9. martin Says:

    wah..terimakasih banyak atas banyak masukan yang mas paparkan, namun ada beberapa pertanyaan yang mungkin masih belum mas paparkan disini adalah bagaimana dengan surat lamaran, CV atau resume bagi para fresh graduate, karena menurut saya sangat sulit untuk memberikan gambaran kinerja kita pada perusahaan yang akan kita lamar saat kita sendiri belum mempunyai pengalaman apapun. mohon kiranya mas memberikan sedikit masukan mengenai tips dan trik menulis surat lamaran, CV maupun resume bagi para fresh graduate..
    terimakasih banyak atas bantuan mas..semoga mas sukses selalu..

  10. wrardi Says:

    Salam om duto. Saya wrardi, member KM jg. Hehe. Btw, saya fresh graduated nih Om. Mau minta saran gmn nulis surat lamaran, cv, dan bmgn menghadapi panggilan tes ato wawancara. Maklum blm pernah masuk dunia kerja. Makasih sebelumnya. Salam KM…

Tinggalkan Balasan